Rabu, 04 April 2012

kuliah online teknik supervisi (KEDISIPLINAN)

nama : adnan madya
nim : 2011145007

1.bagaimana tahap2 mendisiplinkan karyawan

Membuat pola pikir yang modern

Tinggalkan cara lama dalam menyelesaikan pekerjaan, seperti mengancam, membujuk, mengintimidasi, menyalahkan, menyerang keperibadian dan sikap karyawan. Gunakan pola pikir modern agar kerberhasilan karyawan lebih optimal dengan memberikan panutan dalam waktu dan usaha, membagi tanggung jawab dengan komunikasi dua arah dan menemukan kebijaksanaan karyawan dengan memanfaatkan pengetahuan, keahlian dan pengalamannya.

Mengenali manfaat

Manajer biasanya melompati proses manajemen kinerja karena belum mengerti manfaatnya. Padahal manajemen kinerja dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan karyawan berkontribusi bagi sasaran kelompok kerja, sehingga dapat mengurangi pengawasan, meningkatkan produktivitas dan tindakan mendokumentasikan masalah maupun penyelesaiannya.

Mengelola kinerja

Penting sekali untuk merencanakan kinerja dan mengkomunikasikannya berdasarkan pengamatan dan pengumpulan data yang dimiliki termasuk rintangan dan hambatan yang telah dan akan dihadapi.

Bekerja bersama karyawan

Jangan biarkan karyawan merasa diperintah dalam bekerja. Anggaplah karyawan sebagai kontributor sejajar dalam proses manajemen kinerja karena mereka adalah peserta aktif dan antusias dalam menjalankan proses kerja sesuai dengan ketentuan yang diinformasikan kepadanya.

Rencanakan secara tepat dengan sasaran jelas

Perencanaan yang tepat dan jelas akan membantu karyawan dalam memahami prioritas pekerjaan penting dan kurang penting.

Satukan sasaran dengan karyawan

Akan sia-sia seluruh proses manajemen kinerja apabila misi kelompok tidak dihubungkan dengan tanggung jawab karyawan. Sebaliknya, pencapaian misi kelompok akan memotivasi karyawan untuk terus-menerus melakukan peningkatan dan di sisi lain, karyawan merasakan kepuasan dalam bekerja.

Tentukan insentif kinerja

Insentif yang berbeda kepada tiap performa karyawan yang berbeda dapat memacu kinerja karyawan menjadi lebih baik. Bentuk insentif dapat berupa bonus, kesempatan mendapat pelatihan, promosi, kenaikan upah dan lain-lain.


2.kenapa kedisiplinan merupakan suatu faktor untuk mencapai keberhasilan?

Kedisiplinan berasal dari kata disiplin yang berarti ta’at dan patuh terhadap suatu peraturan yang yang berlaku, dan mendapat imbuhan ke-dan-an jadi kedisiplinan bisa diartikan suatu sikap yang taat dan patuh terhadap suatu peraturan yang berlaku, tanpa suatu adanya peraturan maka tidak akan tercapailah suatu kedisiplinan , dengan adanya suatu peraturanakan melatih seseorang untuk disiplin dalam segala hal , dan dengan sikap yang selalu disiplin membuat seseorang berhasil dengan apa yang seseorang tersebut impikan itulah sebabnya kedisiplinan adalah modal utama suatu keberhasilan.Untuk mencapai suatu keberhasilan seseorang harus mulai hidup disiplin , kedisiplinan harus dimulai dari kecil , agar di saat dewasa nanti seseorang tersebut biasa mencapai suatu keberhasilan.Untuk supaya semua anggota mematuhi peraturan maka didalam peraturan organisasi terdapat sangsi-sangsi kepada anggota yang melanggar peraturan. Apabila tidak ada sangsi-sangsi jika tidak disiplin maka peraturan tersebut tidak terlaksana sesuai dengan keinginan, dan jika suatu peraturan dilaksanakan dengan baik akan membuat seseorang tersebut hidup disiplin.Dan jika seseorang hidup secara disiplin maka dia pasti berhasil, sukses, dan tercapai cita-citanya karena suatu keberhasilan harus disertai kedisplinan, dan kedisiplinan tidak terlaksana jika tidak ada peraturan, serta suatu peraturan juga tidak akan dita’ati apabila tidak ada sangsi-sangsi pelanggaran peraturan.Oleh karena itu sangsi-sangsi, peraturan, dan kedisiplinan sangat erat hubunganya dengan suatu keberhasilan. Dengan demikian kedisiplinan adalah modal utama suatu keberhasilan.

3. sebutkan contoh2 kedisiplinan dalam organisasi,jelaskan.

Disiplin waktu

dalam menjalankan suatu organisasi kedisiplinan waktu adalah hal yang sangat penting karena jika kita tidak disiplin waktu semua pekerjaan tidak akan selesai sesuai dengan target

mentaati peraturan

dalam setiap organisasi pasti memiliki peraturan yang berbeda beda.sebagai karyawan yang baik kita harus mematuhi semua peraturan yang berlaku dalam organisasi tersebut

disiplin dalam menjalankan tugas

sebagai karyawan yang baik kita harus disiplin dalam mengerjakan tugas yang diberikan, karena tugas yang diberikan kepada kita adalah sebuah tanggung jawab yang harus kita kerjakan selama menjadi karyawan di suatu organisasi.

Rabu, 14 Desember 2011

kuliah online pbu 7 (KEPEMIMPINAN)

1. Kesimpulan :

kepemimpinan adalah suatu kegiatan untuk mempengaruhi orang lainuntuk ikut serta dalam suatu kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Kegiatan kepemimpinan tidak bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya unsur2 pokok didalam kepemimpinan itu sendiri. Unsur2 pokok dalam kepemimpinan antara lain : adanya kader penggerak,adanya pesertya yang digerakan, dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota.

2. Menurut saya kepemimpinan adalah suatu proses dimana seorang pemimpin dapat memengajak dan mendorong semua bawahanya untuk mencapai satu tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat menjalankan semua tugas2nya dengan baik dan memiliki jiwa jiwa kepemimpinan.

3. tugas-tugas pokok pemimpin antara lain :
a. Melaksanaan Fungsi Managerial, yaitu berupa kegiatan pokok meliputi pelaksanaan :
- Penyusunan Rencana
- Penyusunan Organisasi Pengarahan Organisasi Pengendalian Penilaian
- Pelaporan
b. Mendorong (memotivasi) bawahan untuk dapat bekerja dengan giat dan tekun

pemberian motivasi kepada bawahan adalah suatu hal yang sangat penting yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin kepada bawahanya agar bawahan dapat enjoy dalam menjalani pekerjaan tanpa ada masalah.

c. Membina bawahan agar dapat memikul tanggung jawab tugas masing-masing secara
baik

d. Membina bawahan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien
e. Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis
f. Menyusun fungsi manajemen secara baik
g. Menjadi penggerak yang baik dan dapat menjadi sumber kreatifitas
h. Menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar

4. Gaya kepemimpinan dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu otokrasi (directing), pembinaan (coaching), demokrasi (supporting), dan kendali bebas (delegating).

a) Pada gaya kepemimpinan otokrasi, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya

b) Gaya kepemimpinan pembinaan,Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin masih menunjukkan sasaran yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut. Namun, pada kepemimpinan ini anggota diajak untuk ikut memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

c) Pada kepemimpinan demokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

d) Gaya kepemimpinan kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri

Jika saya menjadi pemimpin saya akan memilih gaya kepemimpinan kendali bebas, karena dengan gaya kepemimpinan ini kita dapat memberi kebebasan kepada bawahan bagaimana cara untuk menghadapi masalah. Dan dengen gaya ini juga kita dapat memberi kebebasan kepada bawahan untuk mengexplore ide2 cemerlang yang mereka miliki.

Selasa, 25 Oktober 2011

Strategic Planning and Operational Planning

A.STRATEGIC PLANNING

Strategic
planning is the process of selecting the organization's objectives, the determination of policies and programs necessary to achieve certain goals in order to achieve goals, and determination methods need to ensure that policies and these strategic programs accomplished

many organizations are now realizing the importance of strategic planning for development and long-term health for the organization. managers have found that by defining the mission of his company in particular, they are easier to direct and focus its activities. so, the company can function better and more responsive to a changing environment


B.OPERATIONAL PLANNING

Operational planning is the process of assuring that specific tasks are carried out effectively. An operational planning is a subset of strategic work plan. An operational plan is the basis for, and justification of an annual operating budget request. Therefore, a five-year strategic plan would need five operational plans funded by five operating budgets.

Operational plans should be prepared by the people who will be involved in implementation. There is often a need for significant cross-departmental dialogue as plans created by one part of the organisation inevitably have implications for other parts.

Selasa, 11 Oktober 2011

How to motivate your staff

Name: adnan madya
Class : hotel management PBU7
Nim :2011145007

There are many ways you can use to motivate your staff. ways that you can use are:

1. Treat them as individuals, not merely as necessary cogs in a wheel. Remember their personal problems, find appropriate times to ask how they or their families are, how the big event went, whether the problem got fixed.

2. Acknowledge their contributions. Let them be confident that when you pass their suggestions and contributions up the chain of command you will acknowledge the members of your team as the source.

3. Take time for them. When a supervisee comes to you, stop what you are doing, make eye contact. If you can't be interrupted, immediately set up a later time when you will be able to pay full attention to them free business management books free download business ideas. Otherwise people may feel that they are bothersome to you, and you may someday find yourself wondering why no one tells you what is happening in your own department.

4. Let them know that you see their potential and encourage their growth. Encourage learning. Help them to take on extra responsibility, but be available to offer support when they are in unfamiliar territory.

5. Explain why. Provide the information that will give both purpose to their activities and understanding of your requirements.

6. Let them work to their strengths. We all like to feel good about our work. If we can do something that we do well, we will feel proud. If you believe supervisees need to strengthen areas of weakness, have them work on these, too, but not exclusively.

7. Praise in public, correct in private. nothing undermines morale as effectively as public humiliation.

8. Set reasonable boundaries, and empower your supervisees to set theirs. Once set, respect them. This is not a challenge to your power, it is their right as human beings.